Notification

×

Iklan

Iklan

Turun dari Angkot Pelajar SMP Asal Baros Kota Sukabumi di Bacok Berandalan Bermotor

Sabtu, 28 Mei 2022 | 21:29 WIB Last Updated 2022-05-31T14:03:48Z
PASUNDAN POST ■ Warga di sekitaran Jalan Proklamasi Kelurahan Jayaraksa, Kecamatan Baros, Kota Sukabumi diresahkan dengan adanya teror berandalan bermotor. 

Hal itu menyusul terjadinya aksi pembacokan terhadap seorang pelajar berinisial GR (13 tahun) yang terjadi, pada Jumat (27/5/2022) lalu.

Aksi yang sempat terekam kamera pengawas, terlihat ada lima orang dengan menggunakan dua sepeda motor kabur sambil mengacungkan senjata tajam (Sajam) jenis celurit. Korban menderita luka bacokan 5 jahitan dengan kedalaman 3 centimeter. 

Mirisnya, kejadian pembacokan tersebut terjadi bersamaan dengan deklarasi penolakan geng motor di Mapolres Sukabumi Kota.

Ketua Pemuda setempat, AN (42 tahun) menjelaskan awal mula kronologi kejadian itu pada saat korban yang baru pulang sekolah dengan menggunakan kendaraan angkutan kota (angkot). setelah turun dari kendaraan tersebut, korban berjalan menuju arah rumahnya. Namun tiba-tiba korban dibacok dari arah belakang oleh pengendara sepeda motor yang berboncengan dengan membawa celurit.

"Tadinya sempat mau dikejar, namun saya melihat korban berlumuran darah dan tergeletak di jalan raya, jadi saya putuskan untuk menolong korban dahulu dengan membawanya ke Puskesmas," ujarnya, Sabtu (28/5/2022).

Lebih lanjut AN, Melihat luka yang dialami korban,  pihak Puskesmas tidak sanggup untuk menanganinya. Alhasil, korban langsung dibawa olehnya ke RSUD Al-Mulk untuk diberikan pertolongan medis. Selain itu dirinya juga sudah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian setempat.

"Kalau untuk pelaku yang membacok korban itu entah geng motor atau anak sekolah, saya tidak tahu. Namun kejadian ini dalam satu bulan terakhir sudah terjadi 4 kali, dan baru sekarang terdapat korban luka," jelasnya.

AN menambahkan, bahwa warga merasa resah dengan adanya teror yang dilakukan oleh berandalan bermotor tersebut. Ia menginginkan rasa aman terutama kepada anak-anak dan perempuan yang akan pergi belanja ke pasar pada dini hari, karena kejadian teror tersebut pernah terjadi kepada warganya.

"Biasanya pada malam Minggu itu mereka memberikan teror dengan mengacungkan celurit, bahkan cerulit yang mereka bawa digesekan ke jalan raya sehingga mengeluarkan percikan api," pungkasnya.(Boy)
×
Berita Terbaru Update