-->
  • Jelajahi

    Copyright © PASUNDAN POST | Kritis - Nasionalis - Religius
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    Kenaikan BBM di Cianjur Belum Mempengaruhi Harga Kebutuhan Sembako

    Redaksi
    Selasa, 06 September 2022, 11:43 WIB Last Updated 2022-09-16T05:16:20Z

    PASUNDAN POST ■ CIANJUR - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) pada Sabtu (3/9/2022) kemarin di Kabupaten Cianjur belum terlalu berimbas kepada berbagai kebutuhan.
     
    Meski ada beberapa kebutuhan jenis sembako mengalami kenaikan, namun tak terlalu tinggi. Sementara harga komoditi seperti sayur mayur daging serta telor masih berada di level harga aman.
     
    Menurut data Bapokting Diskuperdagin Kabupaten Cianjur untuk bulan September 2022 harga sembako seperti beras berada di kisaran harga Rp 10.000 hingga Rp 11.000 per Kg, gula dikisaran Rp 14.000 hingga Rp 16.000, minyak goreng perliternya Rp 13.000 hingga Rp 15.000, mentega Rp 35.000, Telur Rp 30.000 hingga Rp 32.000, daging ayam Rp 30.000 hingga 32.000 per kg dan terakhir daging sapi masih dikisaran per kg nya Rp 130.000 hingga Rp 140.000.

    Salah satu pedagang sembako di Pasar Induk Cianjur Enceh (50) menjelaskan,baru ada dua jenis sembako yang mengalami kenaikan harga. Itupun kenaikannya terbilang sedikit.
     
    "Gula putih 350 ribu yang semula 325 ribu per 50 kg dan tepung terigu 245 menjadi 250 per 25 Kg. Kalau yang lainnya belum ada," kata Enceh.

    Enceh memprediksi bila kenaikan kebutuhan sembako akan terjadi pada sepekan kedepan.
     
    "Soalnya kan yang di sini stok lama, baru nanti kalau habis pasti harganya akan naik," ujarnya.
     
    Sementara itu Neng (35) pedagang sayur mayur di Pasar Muka mengatakan, kenaikan harga beberapa jenis sayur, cabai-cabaian dan bawang telah terjadi sebelum adanya pengumuman kenaikan BBM. 
     
    "Seperti cabai rawit merah semula Rp 40 ribu menjadi Rp 45 ribu cabai rawit hijau Rp 40 ribu menjadi Rp 45 ribu, cabai tanjung Rp 40 ribu menjadi Rp 45 ribu dan jenis lainnya," kata Neng.
     
    Pengamat ekonomi Fakultas Febi Universitas Suryakancana Irfan Jamil menilai kenaikan BBM akan memicu naiknya berbagai kebutuhan.
     
    "Sangat besar kemungkinannya karena variabel utamanya ada di BBM itu sendiri. Otomatis variabel penyerta yang lain pasti ikut terkerek naik," ungkapnya.
     
    Sementara Kabid Perdagangan Diskuperdagin Cianjur Agus Mulyana mengatakan, sudah ada pengontrolan dari pihaknya dan fakta dilapangan belum ada kenaikan karena stok komoditi masih yang lama.
     
    Ia memprediksi kenaikan akan terjadi beberapa hari ke depan.
     
    "Tiga sampai lima hari ke depan akan terasa dampak kenaikan BBM dengan naiknya kebutuhan," tandasnya.(Ddy).

    Komentar

    Tampilkan

    Berita Terbaru

    loading...