Notification

×

Iklan

Iklan

Warga Desa Bojongkerta Sukabumi Desak Kades Mundur, Ini Alasannya

Minggu, 03 Maret 2024 | 21:41 WIB Last Updated 2024-03-03T15:34:52Z

PASUNDAN POST | SUKABUMI – Amarah warga Desa Bojongkerta Sukabumi akhirnya membuncah pada Jum'at (1/3) kemarin. Akibatnya, puluhan warga desa kemudian menggerudug balai desa setempat. 

Mereka menuntut Kades Bojongkerta, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Uus Suhendar untuk mempertanggung-jawabkan penggunaan dana desa yang di alokasikan penyertaan modal BUMDes. Selain itu, di duga adanya pembiaran kekosongan Perangkat Desa hampir dua bulan.

“Kedatangan kami kemarin untuk pertanyakan keterbukaan segala hal termasuk APBDes di Desa Bojongkerta," kata seorang warga berinitial A (40).


Kepada awak media, Ia menyebut kasus tersebut dipicu soal keterbukaan sejumlah anggaran desa yang jadi pertanyaan warga. Tak hanya itu, menurutnya, warga juga mempertanyakan regulasi pemberhentian perangkat desa yang kemudian berimbas banyaknya yang mengundurkan diri.

“Perkara pemberhentian perangkat desa yang begitu luar biasa, serta banyaknya yang mengundurkan diri, lalu soal Bumdes terkait penyertaan modal sudah, tetapi uang tidak kunjung di realisasikan. Terakhir, ada isu-isu APBDes yang seharusnya notabene itu rahasia Desa Bojongkerta, ini dikerjakan oleh pihak luar,” jelasnya.

Terkait Anggaran Bumdes, menurut A, alirannya terkesan gelap dan penuh misteri. 

Ia mengakui, bahwa pihaknya pernah menanyakan hal tersebut kepada Ketua Bumdes Bojongkerta, bahwa bumdes itu memang sudah terbentuk dan kelengkapannya pun sudah ditempuh, baik itu rekening bahkan persyaratan yang diminta dari desa itu sudah di lengkapi.

“Ini yang jadi permasalahan, jadi ketika saya tanya ke Ketua Bumdes, lempar bola (disuruh menanyakan) ke Kepala Desa. Ketika kami tanya ke Kades, malah menyalahkan ke Ketua Bumdes,” imbuhnya.

Sedangkan mengenai perangkat desa yang tiba-tiba keluar, imbuh V, dari Pemerintahan Desa Bojongkerta diperoleh informasi ternyata sudah terdapat tiga orang.

“Yang sudah menyatakan mundur itu sudah tiga orang, ya mungkin kedepannya akan bertambah, karena Sekdes juga sudah merasa tidak nyaman dikarenakan terlalu banyak Intervensi, kades suka mengumbar kekurangan perangkat ke pihak luar dan itu fakta,” tandasnya.

Oleh sebab itu, pada Sabtu lalu puluhan warga menggeruduk balai desa. Hasil dari Audensi tersebut, belum ada kepuasan dari warga, terutama untuk masyarakat yang hadir dalam forum tersebut.

“Karena tak puas, saya beberapa kali meredam dan menanyakan ke masyarakat sendiri, endingnya warga menuntut agar kepala desa untuk mundur,” tegasnya.

Guna menjaga kondusifitas, Ia berharap semua pihak, baik itu Muspika, terutama dari pihak Kecamatan Warungkiara harus lebih ekstra dalam menangani perkara di Desa Bojongkerta.

"Karena kami, sebagai warga Bojongkerta merasa sedih, setiap tahun Bojongkerta selalu seperti ini. Apa memang kurang binaan dari Kecamatan?," ujarnya sambil bertanya-tanya.

Namun dalam penelusurannya, pihak kecamatan sudah luar biasa dalam membimbing Desa Bojongkerta. 

"Itu berarti dari Pemdes Bojongkerta yang Bebal (tidak bisa diatur),” pungkasnya. (R/01)

×
Berita Terbaru Update