SUKABUMI - Peringatan Bulan Bung Karno tidak hanya menjadi ruang mengenang sejarah, tetapi juga menjadi momentum untuk menghubungkan kembali nilai-nilai kebangsaan dengan persoalan yang dihadapi masyarakat saat ini. Di tengah tantangan sosial, lingkungan, dan pembangunan daerah, semangat gotong royong dinilai tetap relevan sebagai fondasi memperkuat partisipasi publik.
Pesan tersebut mengemuka dalam Gebyar Bulan Bung Karno 2026 yang diselenggarakan DPD PDI Perjuangan Jawa Barat bersama DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sukabumi dan PAC se-Daerah Pemilihan (Dapil) I di Pantai Cempaka Ratu, Kecamatan Cikakak, Rabu (8/7/2026). Kegiatan diikuti ratusan kader dan simpatisan dengan rangkaian aksi sosial dan pelestarian lingkungan, seperti bakti sosial, penanaman pohon, penebaran benih ikan, santunan kepada anak yatim, hingga penyerahan mandat kepengurusan PAC dan ranting.
Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi PDI Perjuangan, Junajah Jajah Nurdiansyah, menilai kegiatan tersebut merupakan upaya menghadirkan nilai-nilai perjuangan Bung Karno dalam bentuk yang lebih konkret dan dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Menurut Junajah, peringatan Bulan Bung Karno akan memiliki makna apabila mampu mendorong lahirnya kepedulian sosial sekaligus memperkuat kesadaran menjaga lingkungan sebagai bagian dari pembangunan yang berkelanjutan.
"Gebyar Bulan Bung Karno ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi momentum untuk menguatkan semangat nasionalisme, meningkatkan kepedulian sosial, dan memperkokoh pengabdian kepada masyarakat. Nilai-nilai perjuangan Bung Karno harus terus hidup dan diwujudkan dalam tindakan nyata," ujar Junajah, Kamis (16/7/2026).
Ia mengatakan, aksi penanaman pohon dan penebaran benih ikan menjadi simbol penting bahwa pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada pembangunan fisik, tetapi juga harus memperhatikan keberlanjutan ekosistem. Sementara kegiatan bakti sosial dan santunan kepada anak yatim mencerminkan upaya memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Bagi Junajah, pendekatan tersebut sejalan dengan ajaran Trisakti yang diwariskan Bung Karno, yakni berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan. Nilai tersebut, menurut dia, tetap relevan sebagai pijakan dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan di tingkat daerah.
"Kami ingin semangat Trisakti tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar diwujudkan melalui aksi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan lingkungan. Penanaman pohon, santunan anak yatim, hingga bakti sosial adalah bagian dari komitmen tersebut," katanya.
Sebagai anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, Junajah berpandangan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah, tetapi juga oleh keterlibatan masyarakat, organisasi kemasyarakatan, dan partai politik dalam membangun budaya gotong royong.
Ia berharap kegiatan yang mengedepankan kepedulian sosial dan pelestarian lingkungan dapat berlangsung secara berkesinambungan sehingga memberi dampak nyata bagi masyarakat, sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan.
"Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan, memperkuat semangat gotong royong, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama sebagai bagian dari upaya mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang Mubarokah," ujarnya. (Adv)
