Notification

×

Iklan

Iklan

Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi: Keterlibatan Ayah dalam Pendidikan Anak Dinilai Perlu Menjadi Budaya, Bukan Sekadar Seremonial

Senin, 13 Juli 2026 | 20:23 WIB Last Updated 2026-07-18T06:50:11Z

SUKABUMI - Peran keluarga kembali menjadi perhatian dalam kebijakan penguatan pendidikan karakter. Salah satu langkah yang kini didorong pemerintah adalah Gerakan Ayah Antar Anak Sekolah (GAMAS), sebuah inisiatif yang menempatkan keterlibatan ayah sebagai bagian dari ekosistem pendidikan sejak hari pertama anak memasuki sekolah.

Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, menilai program tersebut tidak seharusnya dipahami sebatas ajakan mengantar anak ke sekolah. Lebih dari itu, GAMAS merupakan upaya membangun budaya pengasuhan yang menempatkan ayah sebagai figur yang hadir secara aktif dalam proses tumbuh kembang dan pendidikan anak.

Menurut Budi, keterlibatan ayah masih menjadi tantangan di banyak keluarga. Padahal, kehadiran ayah pada momen-momen penting, termasuk saat mengantar anak ke sekolah, dapat memberikan rasa aman, memperkuat ikatan emosional, sekaligus meningkatkan kepercayaan diri anak dalam menjalani lingkungan belajar yang baru.

"Warisan paling berharga yang dapat diberikan orang tua kepada anak adalah pendidikan. Mengantar anak ke sekolah bukan hanya soal mengantar sampai gerbang, tetapi menunjukkan bahwa kita hadir dan mendukung setiap langkah mereka dalam meraih masa depan," ujar Budi, Senin (13/7/2026).

Ia berpandangan bahwa kebijakan yang mendorong partisipasi orang tua, khususnya ayah, akan lebih berdampak apabila diikuti perubahan pola pikir di lingkungan keluarga. Pendidikan, menurutnya, tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga dibangun melalui interaksi sehari-hari antara orang tua dan anak.

Dalam konteks tersebut, perjalanan menuju sekolah dapat menjadi ruang komunikasi yang sederhana namun bermakna. Melalui percakapan singkat sebelum kegiatan belajar dimulai, orang tua dapat membangun kedekatan emosional, memberikan dukungan moral, sekaligus mengenali perkembangan anak.

Budi juga menilai keberhasilan pendidikan tidak hanya bergantung pada sekolah. Sinergi antara keluarga, satuan pendidikan, dan pemerintah menjadi faktor penting dalam membentuk karakter serta kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Karena itu, ia berharap Gerakan Ayah Antar Anak Sekolah tidak berhenti sebagai agenda simbolis pada hari pertama masuk sekolah. Nilai utama yang ingin dibangun melalui program tersebut adalah kebiasaan orang tua untuk hadir, mendampingi, dan terlibat secara konsisten dalam perjalanan pendidikan anak.

"Semoga kehadiran kita sebagai orang tua menjadi penyemangat bagi anak-anak untuk terus belajar dan meraih cita-cita. Masa depan mereka dimulai dari perhatian dan pendampingan yang kita berikan hari ini," kata Budi.

Melalui pendekatan tersebut, GAMAS diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian kegiatan awal tahun ajaran, tetapi juga menjadi momentum memperkuat budaya pengasuhan yang menempatkan keluarga sebagai fondasi utama dalam menciptakan generasi yang berkarakter dan siap menghadapi tantangan masa depan. (adv)
×
Berita Terbaru Update