SUKABUMI – Kecelakaan lalu lintas beruntun yang melibatkan empat kendaraan di Jembatan Sekarwangi, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (4/7/2026) dini hari, kembali menyoroti kerawanan ruas nasional Sukabumi–Bogor yang setiap hari dilintasi kendaraan angkutan barang bertonase besar.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 01.00 WIB itu diduga dipicu truk pengangkut pasir bernomor polisi Z 8247 YB yang mengalami rem blong saat melaju dari arah Sukabumi menuju Bogor. Akibatnya, truk kehilangan kendali dan menghantam sejumlah kendaraan di depannya hingga memicu tabrakan beruntun
.
Berdasarkan informasi di lokasi kejadian, kendaraan yang terlibat antara lain truk pengangkut minuman kemasan bernomor polisi B 9702 BEV yang dikemudikan Ahmad Furkon, mobil Toyota Avanza bernomor polisi F 1172 WT yang dikemudikan Sandi Rahandi, serta satu kendaraan lainnya.
Berdasarkan informasi di lokasi kejadian, kendaraan yang terlibat antara lain truk pengangkut minuman kemasan bernomor polisi B 9702 BEV yang dikemudikan Ahmad Furkon, mobil Toyota Avanza bernomor polisi F 1172 WT yang dikemudikan Sandi Rahandi, serta satu kendaraan lainnya.
Kerasnya benturan membuat bagian depan truk pengangkut pasir mengalami kerusakan berat. Kabin ringsek hingga menjepit pengemudinya. Korban tidak dapat menyelamatkan diri dan mengalami luka serius.
Seorang saksi mata, Dadang Samsudin (42), mengatakan, suara benturan keras terdengar saat dirinya melintas tidak jauh dari lokasi kejadian.
"Pas saya melintas terdengar bunyi benturan keras di depan saya. Ternyata terjadi tabrakan beruntun," ujar Dadang.
Petugas gabungan yang tiba di lokasi langsung melakukan evakuasi terhadap sopir truk menggunakan peralatan khusus karena korban terjepit di dalam kabin. Proses penyelamatan berlangsung cukup lama mengingat kondisi kendaraan yang mengalami kerusakan parah.
Setelah berhasil dievakuasi, korban segera dilarikan ke RSUD Sekarwangi untuk mendapatkan penanganan medis. Sementara itu, petugas juga mengevakuasi kendaraan yang terlibat agar jalur nasional dapat kembali dilalui.
Selama proses evakuasi dan penanganan kecelakaan, arus lalu lintas di ruas Sukabumi–Bogor mengalami antrean panjang dari kedua arah. Kendaraan hanya dapat melintas secara bergantian hingga proses penanganan selesai pada dini hari.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya memastikan kelaikan kendaraan angkutan barang, terutama sistem pengereman, sebelum melintasi jalur nasional yang memiliki tingkat kepadatan lalu lintas cukup tinggi.
Hingga Sabtu pagi, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kecelakaan, termasuk mendalami dugaan rem blong pada truk pengangkut pasir yang diduga menjadi pemicu tabrakan beruntun tersebut.**(Red).
